mediBlog

Medison Simbolon

Archive for the ‘Pikir2’ Category

Seberapa Hebatkah Pengalaman/Senioritas Itu? Pesan Buat Karyawan di Hari Pertama Bekerja

with 14 comments

Sebagai seseorang yang baru tamat sekolah/kuliah dan ingin mendapatkan penghasilan tetap, mungkin Anda mencoba dengan membaca lowongan-lowongan pekerjaan. Bisa di koran, bisa di internet atau di mana saja. Mungkin beberapa dari Anda memiliki prestasi di sekolah. Ada yang juara kelas, ada yang pernah memenangkan kompetisi, memiliki IP yang ‘kinclong‘ dan sebagainya. Namun, pada saat Anda melihat lowongan-lowongan tersebut, 99% mengatakan ‘dibutuhkan yang memiliki pengalaman… (bla bla bla)’. Anda pun mulai bingung. Anda baru saja tamat, punya pengalaman kerja dari mana? Walaupun mereka menulis ‘yang baru tamat sekolah/kuliah juga dipersilahkan melamar’, tapi yah… begitulah. 🙂

Dulu, pada saat saya di posisi itu, saya merasa kecil sekali. Saya melihat orang-orang yang sudah bekerja sepertinya hebat-hebat. ‘Wah, mereka berpengalaman, pasti kemampuannya bagus-bagus’, begitu pikiran saya. Namun, saya tetap kuatkan diri. Saya yang berasal dari Medan dan melanjutkan pendidikan di Bandung, mencoba bertarung ke Jakarta. Kenapa Jakarta? Karena, saya lihat di Jakarta pertarungannya sangat sengit untuk mencari pekerjaan. Saya harus menguji kemampuan saya. Singkat cerita, saya berhasil mendapatkan pekerjaan di beberapa kantor di ibukota tercinta kita itu. Ada kantor yang masih kecil, ada juga kantor yang sudah cukup berkembang. Bahkan saya juga pernah berkesempatan mencicipi bekerja di Kuala Lumpur dan Singapura. Nah, dari pengalaman tersebut, apa yang bisa saya ceritakan?

Baca entri selengkapnya »

Written by medisonsimbolon

November 29, 2012 at 10:37 am

Gengsi

with 4 comments

Ketika Anda sudah melalui banyak hal, terutama hal-hal yang melambungkan nama Anda, tentulah sangat membanggakan. Ketika nama Anda disanjung-sanjung, mungkin Anda senang, mungkin Anda biasa saja. Bagaimanapun juga, biasanya kita tidak terlalu keberatan disanjung. Semakin lama menerima sanjungan, kepala Anda pun makin tegak, dada makin membusung. Percaya diri Anda makin meningkat.

Akan tetapi, ketika Anda memperoleh itu semua, ternyata ada hal yang berpotensi membuat Anda “dipenjara”, yaitu gengsi atau harga diri. Berapa banyak orang yang ingin “turun kasta” demi mengejar mimpinya? Berapa banyak orang yang rela berjuang dari awal, meninggalkan kecemerlangan prestasinya? Kalaupun ada orang yang mau, berapa orang yang kira-kira mendukungnya? Sepertinya, lebih banyak yang mengatakan bahwa dia mengambil langkah yang salah (baca: bodoh).

Menyedihkan memang, ketika gengsi menjadi pembatas mimpi. Menyedihkan ketika gengsi menjadi penghalang kemajuan. Menyedihkan ketika semua prestasi yang diperoleh justru mengkotak-kotakkan kita dalam bertindak. Menyedihkan ketika sinar diri kita justru membuat silau diri sendiri.

Pada kenyataannya, gengsi adalah hal yang sulit ditaklukkan. Namun bukan tidak bisa. Menurut saya, orang yang berprestasi tinggi serta memiliki harga diri tinggi justru terpenjara di dalam kemewahan hidup. Dunia terlalu luas untuk dikotak-kotakkan. Kemampuan Anda terlalu besar dan sia-sia jika selalu membatasi diri. Mungkin baik jika kita memiliki gengsi, tapi akan lebih baik jika kita tidak dikuasainya. Kuasai gengsimu, kuasai sekitarmu, kuasai dunia.

Written by medisonsimbolon

Oktober 31, 2010 at 10:31 am

Ditulis dalam Pikir2

Belum Rejeki

leave a comment »

Kemarin malam, saya melihat lowongan pekerjaan di salah satu situs BUMN. Lowongan tersebut cukup menggiurkan, mengingat prospeknya yang cukup bagus. Akan tetapi, lowongan tersebut ternyata dibuka pertengahan Juli lalu. Sudah cukup lama, berarti. Awalnya saya ragu apakah lowongan itu masih bisa dicoba apa tidak. Saya klik di link-nya, ternyata saya bisa masuk. Ya sudah, saya coba.
Saya isi form untuk pendaftaran awal. Data yang diminta hanya sedikit. Setelah data awal dimasukkan, saya diminta untuk melakukan proses login untuk mengisi data yang lebih lengkap. Oke, saya coba isi lagi. Ternyata, form untuk tahap kedua ini cukup banyak. Mulai dari nama, alamat, pendidikan, identitas orangtua, sertifikasi dan lain-lain.
Iseng-iseng, (sambil mengisi form yang banyak itu) saya coba buka-buka halaman sebelumnya di tab baru pada browser saya. Ternyata, link yang saya klik sebelumnya sudah hilang! Lowongan tersebut sudah ditutup! Oalah.. Padahal hanya tinggal sedikit lagi yang belum saya isi. Hmmm
Ya sudahlah, berarti bukan ke situ rejekinya. Mungkin juga rejeki saya ke situ, hanya saja belum waktunya. Sambil menunggu, mari kembali meningkatkan kemampuan masing-masing.. Jangan pernah berhenti. 😀

Written by medisonsimbolon

September 2, 2010 at 10:47 pm

Ditulis dalam Pikir2

URL Shortener dan URL Shortener Translator

with 7 comments

Belakangan ini orang-orang semakin suka menggunakan URL Shortener. Bagi yang belum pernah dengar istilah ini, URL Shortener adalah situs-situs yang menawarkan jasa mempersingkat URL dari sebuah situs agar lebih mudah jika seseorang ingin berbagi URL dengan orang lain. Jasa ini cukup berguna di twitter, berhubung twitter adalah situs microblogging, atau dengan kata lain hanya bisa menulis status dengan jumlah karakter yang cukup terbatas. Jadi, kalau ada orang yang ingin berbagi URL dengan orang lain, cukup memberikan URL yang sudah disingkat agar tidak boros karakter di twitter (atau media online yang lain). Situs-situs penyedia jasa ini yang cukup populer adalah bit.ly dan is.gd.

Masalahnya, saya kurang suka dengan konsep ini. Kalau saya ingin meng-klik suatu URL, terlebih dahulu saya ingin tahu alamat apa yang akan saya tuju. Analoginya, jika seseorang mengajak Anda ke Bandung, Anda harus benar-benar yakin bahwa orang tersebut tidak bohong, sehingga Anda benar-benar akan sampai ke Bandung. Jika Anda setuju dan ternyata orang tersebut adalah penipu, Anda bisa nyasar ke tempat-tempat lain yang tidak Anda inginkan. Sebagai contoh, coba klik link di bawah.

Facebook.com

Pada link di atas, saya tulis Facebook.com. Namun, ketika di klik, Anda akan dibawa ke halaman ini lagi. Sebenarnya Anda bisa berjaga-jaga dengan cara meletakkan kursor di atas link tadi (tanpa meng-klik) lalu lihat di sebelah kiri bawah browser. Anda akan melihat alamat yang akan dituju. Bedakan dengan link di bawah.

Facebook.com

Kalau kita pakai layanan URL Shortener yang saya jelaskan di atas, cara seperti ini tidak bisa kita lakukan. Begitu kita letakkan kursor di atas link tersebut, alamat yang muncul di kiri bawah adalah alamat dari URL yang sudah disingkat tersebut (bukan alamat aslinya). Sebagai contoh, coba klik link di bawah.

http://bit.ly/dwdNXb

Untuk mengantisipasi hal tersebut, saya ingin ada situs-situs yang menyediakan layanan URL Shortener Translator. Intinya, situs ini menyediakan layanan yang memberitahu kita alamat sebenarnya yang akan dituju jika kita meng-klik link tersebut. Jadi, sebelum meng-klik, kita sudah tahu kita akan dibawa ke mana. Sepengetahuan saya, layanan tersebut belum ada (kalau memang sudah ada, berarti saya yang kurang informasi. 😛 ) Kalau memang belum ada, apa ada yang tertarik membuat? 😀

Berselancar di dunia maya semakin lama semakin mudah. Jika setiap orang sudah bebas berkeliaran ke sana sini, berarti besar kemungkinan kita ditipu kalau tidak hati-hati. Jangan lupa, selalu waspada.. 😀

Written by medisonsimbolon

Agustus 28, 2010 at 10:28 am

Ditulis dalam Pikir2, Teknologi

Tagged with

Menimbang-Nimbang ISP

leave a comment »

Saya barusan melihat-lihat iklan paket internet dari salah satu ISP. Setelah dilihat-lihat, ternyata tarif internet saya jauh lebih mahal. Sudah mahal, kecepatan internet yang saya pakai sekarang kalah jauh dengan yang ada di iklan tersebut. Setelah saya tanya-tanya ke orang yang sudah menggunakan, mereka menyebutkan bahwa laju unduhnya (pada kenyataannya) memang cukup baik, sampai 100an kBps; sementara yang saya pakai sekarang hanya sampai 60kBps. Oalah… Ingin hati berpindah, namun ada beberapa kendala yang menurut saya cukup mengganggu.

Kendala yang pertama adalah bahwa ISP yang saya lihat di iklan tersebut menyediakan internet nirkabel dengan modem USB. Hal ini agak kurang nyaman, karena modem-modem nirkabel akan sangat terganggu saat cuaca sedang buruk. Melihat kondisi cuaca saat ini juga sedang tidak menentu, sepertinya kenyamanan memakai layanan ISP tersebut juga berpeluang terganggu. Layanan internet yang saya pakai sekarang memakai kabel, sehingga tidak terpengaruh oleh cuaca. Memang, layanan kabel tidak fleksibel alias tidak bisa dibawa ke mana-mana, namun saya juga tidak sering memakai internet di tempat-tempat umum; jadi saya tidak terlalu membutuhkan layanan nirkabel.

Kendala kedua adalah sulitnya menemukan referensi-referensi di internet tentang orang yang sudah menggunakan modem nirkabel tersebut di Linux. Kalau nanti sudah beli, ternyata tidak bisa jalan di Linux, tentunya akan sangat menyebalkan. Memang, ada kemungkinan saya bisa oprek sana oprek sini untuk mencari jawabannya, tetapi kalau belum banyak yang bisa memberi referensi seputar “reputasi” modem tersebut di Linux, saya mengurungkan niat dulu saja. Resikonya cukup besar. Hehe…

Sepertinya sekarang semua ISP sedang promo. Ada yang menawarkan paket ini, paket itu dan lain-lain. Macam-macam. Saya coba menunggu sajalah, sampai ketemu solusi yang benar-benar cocok. Mudah-mudahan waktu nanti jalan-jalan di mall bisa lihat promo-promo yang lebih menggiurkan lagi daripada yang saya lihat barusan. 😀

Written by medisonsimbolon

Juli 21, 2010 at 8:22 pm

Ditulis dalam Pikir2

Menyetel Jam Supaya Tepat Waktu

with one comment

Saya sering merasa geli sendiri kalau melihat orang yang memajukan waktu yang ditunjukkan oleh jam tangan atau jam dindingnya. Kadang ada yang mempercepat 15 menit, ada yang 30 menit dll. Alasannya, supaya tidak telat.

Namun, pada sejumlah orang, saya melihat bahwa trik itu tidak lebih sekedar berusaha menipu diri sendiri. Terkadang mereka melihat jamnya, lalu mengatakan “Ah, ini kan jamnya dipercepat. Sebentar lagi aja beres-beresnya…”. Hehe..

Menurut saya, kalau jam tangannya yang dipercepat, berarti orang tersebut tetap saja terlambat (setidaknya, menurut waktu yang ditunjukkan jamnya tersebut). Kalau memang ingin tidak telat, kenapa jam tangannya yang di-‘akal’-in? Kenapa tidak bangun lebih pagi? Kenapa tidak mandi lebih awal? Bukankah itu lebih ‘menantang’? 😛 Kalau memang niat mau tepat waktu, yang serius dong… 😀

Written by medisonsimbolon

Mei 29, 2010 at 11:35 am

Ditulis dalam Pikir2

Dua Orang Baik

with 3 comments

Andaikata ada dua orang baik. Sangat baik, malah. Namun, kedua orang ini mempunyai perbedaan yang mencolok.

Orang pertama; memiliki harta kekayaan yang sangat berlimpah. Karena dia baik, mau menolong dan penyabar, banyak orang yang datang meminta bantuan kepadanya.

Orang kedua; sangat serba kekurangan. Karena dia sangat baik, mau menolong dan penyabar, banyak orang yang datang memberi bantuan kepadanya.

Jika dipikir-pikir, kehidupan siapa yang lebih seru untuk dilihat ya? 😀

Written by medisonsimbolon

Mei 19, 2010 at 2:40 pm

Ditulis dalam Pikir2