mediBlog

Medison Simbolon

Sudah Sampai di Bandung

leave a comment »

Akhirnya, setelah 6 hari di Medan, saya sudah sampai lagi di Bandung. Kemarin, sewaktu di Medan, saya agak kurang tidur. Setelah sampai di Bandung, badan ini pun harus dikembalikan lagi ‘konfigurasi’-nya ke semula. Inbox dari email saya pun sampai menyentuh angka 240-an pesan baru. Saya selalu me-‘mark as read‘ setiap pesan yang masuk ke inbox saya, jadi angka 240 tersebut merupakan angka yang cukup tinggi. Biasanya, tiap kali buka email, rata-rata hanya ada 20-30 pesan baru. Blog saya juga ternyata juga sudah disinggahi beberapa komentar. Untung saja, komentarnya belum lama dibuat. Jadi, saya tidak terlalu telat membalasnya.

Perjalanan kali ini cukup unik juga menurut saya, khususnya sewaktu di perjalanan ke Jakarta dengan pesawat terbang. Kebetulan, kali ini saya duduk di sebelah pintu darurat. Berarti, tas saya harus diletakkan di kabin atas. Halah… padahal di tas itu banyak perangkat elektronik yang harus dijaga jangan sampai tertimpa. Ya sudah, tak apa. Hal menarik yang saya tangkap adalah ketika saya menoleh ke kanan kiri, melihat ‘rekan-rekan seperjalanan’ saya. Dua orang di sebelah kanan saya adalah pasangan suami istri yang (saya taksir) sudah di atas 50 tahun. Sang kakek duduk paling dekat dengan pintu darurat. Tepat di sebelah kiri saya ada seorang ibu2 yang (saya taksir) juga sudah berusia sekitar 50-an. Dua orang di sebelah kiri ibu tersebut adalah pria2 yang sepertinya seumuran saya. Saya berpikir, kenapa orang2 tua tersebut bisa duduk di pintu darurat ya? Apa tidak ada yang lain? Atau apakah memang orangtua tersebut dinilai dapat diandalkan di situasi darurat? Entahlah

Hal tersebut (tentu saja) dilengkapi dengan bumbu2 gaya hidup yang ‘terlalu terburu2’. Pesawat baru saja menurunkan kecepatan selepas mendarat, sudah terdengar suara ‘klak klik‘ dari sabuk pengaman dan ‘krang kring‘ dari telepon seluler. Ibu2 yang tadi di sebelah saya bahkan langsung bertelepon dengan suara yang lantang. Padahal, di saat yang sama, pramugrari sedang mengumumkan bahwa telepon seluler belum boleh diaktifkan. Saya jadi berpikir, jangan2 memang saya yang terlalu santai ya? Hehe…

Yah… terlepas dari segala hal tersebut, sekarang saatnya saya bekerja lagi. Pikiran dan badan harus dibuat seperti robot lagi. Ada beberapa kewajiban saya yang terbengkalai selama seminggu yang harus segera saya kerjakan. Sambil menyeruput kopi, mari kita lanjutkan kesibukan…🙂

Written by medisonsimbolon

Desember 9, 2009 pada 8:11 am

Ditulis dalam Pikir2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: