mediBlog

Medison Simbolon

Kalimat2 yang ‘Relatif Bijak’

leave a comment »

Kali ini saya agak iseng mengomentari kalimat2 yang (kata orang) adalah merupakan kalimat bijak. Menurut saya sih, beberapa kalimat tersebut tidak dapat dikatakan sepenuhnya ‘bijak’, tetapi ‘relatif bijak’. Hal tersebut saya kemukakan karena kalimat tersebut akan terasa tepat jika diucapkan oleh orang yang tepat. Berikut beberapa contohnya:

And so my fellow Americans, ask not what your country can do for you – ask what you can do for your country!

Merasa kenal dengan kalimat di atas? Kalimat tersebut adalah kutipan dari pidato inagurasi mantan presiden Amerika John F. Kennedy pada 20 Januari 1961. Pidato tersebut merupakan salah satu pidato inagurasi terbaik dalam sejarah Amerika. Nah, kalau pidato tersebut diucapkan oleh beliau, tentu akan banyak orang yang mengatakan bahwa beliau pantas berkata demikian terkait dengan pengorbanan dan prestasi yang dicapainya. Bagi saya pribadi, di masa sekarang ini, kutipan tersebut akan sangat heroik jika keluar dari mulut seorang rakyat biasa. Saya pernah mendengar seorang pejabat pemerintahan di bumi pertiwi ini mencoba mengutip pidato tersebut. Hmm.. Kalau seorang pejabat pemerintahan minim prestasi mengucapkan hal tersebut, seperti terkesan mau melepas tanggungjawab. Kalau diterjemahkan, mungkin menjadi:

Kalian tidak usah protes kalau saya tidak bisa buat apa2..

Hehe.. πŸ˜›

Kalimat berikutnya adalah:

Dosen itu hanya cukup menerangkan sedikit2. Tugas mahasiswalah untuk memperdalamnya..

Kalau ini, tentunya akrab di telinga mahasiswa. Sama seperti kutipan sebelumnya, kalimat tersebut akan sangat muantap kalau diucapkan oleh seorang mahasiswa. Tetapi, bagaimana kalau yang mengucapkan adalah seorang dosen? Bagi saya, kalimat tersebut diterjemahkan menjadi:

Saya malas menerangkan. Kalian saja sana belajar sendiri.

Hihi… πŸ˜›

Jadi begitulah, semakin lama saya lihat, orang cuma bisa mengutip2 kalimat orang lain. Masih banyak lagi kalimat2 seperti di atas. Dalam kesempatan kali ini, saya cukup kasih dua contoh saja ya. Hehe..

Sebuah kalimat akan terasa bijak jika diucapkan oleh orang yang tepat di saat yang tepat. Jadi, bukan cuma kalimatnya yang penting. Orang yang ngomong juga menurut saya harus merupakan orang yang pantas. Kalau kita hanya bisa saling menasehati, tetapi semuanya tidak bisa menjalani nasehatnya sendiri, apa hebatnya kita? Yakinlah, kutipan pertama di atas tidak akan jadi terkenal kalau yang mengucapkan itu adalah (misalnya) seorang kriminal. Kalimat tersebut akan dinilai hipokrit dan jauh dari kesan bijak (padahal kalimatnya yang itu2 juga).

Jujur, saya sangat risih melihat orang yang bisanya cuma menasehati. Yang jadi masalah, semakin lama semakin banyak yang ‘tertular’ penyakit tersebut. Semoga kita bisa lebih banyak bertindak daripada berbicara. Itu pasti lebih baik. πŸ™‚

Iklan

Written by medisonsimbolon

Oktober 6, 2009 pada 11:45 pm

Ditulis dalam Pikir2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: