mediBlog

Medison Simbolon

Wajarkah Mahasiswa Mengeluh?

leave a comment »

one

Pertanyaan tersebut belum bisa saya jawab sepenuhnya…๐Ÿ™‚

Saya miris melihat berita di kompas.com yang mengabarkan bahwa ada seorang mahasiswa yang menusuk dosen pembimbingnya karena beasiswanya dicabut. Kejadian tersebut berlokasi di Singapura, tepatnya di Nanyang Technological University (NTU). Menurut kompas.com, mahasiswa tersebut berlaku nekat karena dipicu oleh stres. Tugas akhir yang dibimbing oleh profesor tersebut dirasa sangat sulit dan butuh waktu lama untuk menyelesaikannya. Seakan masalah belum cukup, beasiswanya malah dicabut oleh pihak universitas. Tidak tahan, mahasiswa tersebut menusuk dosennya dan bunuh diri dengan melompat dari lantai 4 gedung Fakultas Teknik NTU Singapura. Berita tersebut dapat dibaca di sini. Mahasiswa lainnya yang beasiswa di kampus tersebut, ada yg masuk rumah sakit jiwa, lompat ke rel kereta api dan ada pula yang membenturkan kepala ke kaca.

Saya juga pernah menonton film yang bernada serupa. Film tersebut berjudul Dark Matter. Film ini menceritakan kisah seorang mahasiswa dari Cina, yang bersama teman-temannya datang ke Amerika untuk kuliah dengan biaya beasiswa. Singkat cerita, mahasiswa tersebut memiliki idealisme yang tinggi terhadap topik disertasinya. Idealismenya tersebut mengarahkannya untuk membalikkan teori dosen pembimbingnya, yang notabene sudah memiliki suatu model teori yang diakui dunia. Hal tersebut memicu konflik antara mahasiswa dan pembimbing tersebut. Mahasiswa ngotot menjelaskan bahwa teorinya benar, tetapi sang dosen terlihat kurang setuju karena model teorinya dinilai memiliki kekurangan (menurut si mahasiswa). Sang dosen mengatakan bahwa mahasiswa tersebut mengerjakan sesuatu di luar kemampuannya. Ujung2nya? Mirip seperti kasus yang di Singapura tadi, si mahasiswa tersebut membawa pistol ke kampus, membunuh si dosen, kemudian bunuh diri. Tragis..๐Ÿ˜ฆ

Selama saya kuliah, apalagi sekarang menjadi mahasiswa pasca sarjana, saya cukup merasakan tekanan yang cukup kuat dari tugas2 kuliah. Saya akui, saya memiliki godaan untuk mengeluh. Tetapi kalau dipikir2, pantaskah saya mengeluh? Kalau memikirkan hal tersebut, saya mencoba untuk melihat sisi terangnya saja. Sebuah besi harus dibakar,ย  dipukul, diasah, sampai menjadi sebuah pedang yang tajam dan kuat. Saya tidak mau terlalu mencari2 pembenaran, karena setelah saya pikir2, pencarian pembenaran atau mengeluh itu ternyata hanya buang waktu. Deadline tugas tetap tidak berubah.. Malah kadang tugas makin bertumpuk.. Hehe..๐Ÿ˜› Saya hanya bisa berdoa supaya saya tetap diberi semangat. Yang saya butuhkan adalah orang2 di sekeliling saya yang mau mendukung setiap langkah yang saya ambil. Soal baik atau buruk hasilnya, menurut saya pribadi, tidak terlalu masalah selama saya yakin saya sudah berbuat maksimal. Itu yang membuat saya tidak terlalu kecewa ketika mendapati nilai saya yang jelek, karena saya yakin saya sudah bekerja sekuat mungkin, dan hasil itu adalah hasil yang terbaik yang bisa saya dapatkan. Saya bukan orang yang jenius.. Saya hanya berusaha untuk menyelesaikan apa yang sudah saya mulai, dan tetap berkomitmen melaksanakan sesuatu. Saya yakin, itu pasti ada gunanya kelak.

Untuk itu, bagi mahasiswa2 rekan2 saya, atau siapapun yang membaca tulisan saya ini, saya cuma bisa mengajak kita untuk bekerja keras, disiplin dan berkomitmen. Soal hasil, itu nomor kesekian. Kalau kita sudah yakin kita sudah bekerja keras, berbangga hatilah meskipun hasilnya kurang baik. Mudah2an pemikiran ini bisa menghindarkan kita dari depresi. Sekali lagi, saya bukan mahasiswa yang jenius. Prestasi saya di kampus bukanlah yang terbaik. Malah mungkin bisa dibilang sama sekali tidak mencolok. Saya tidak terlalu berobsesi terhadap nilai. Intinya saya hanya ingin menunjukkan kekuatan mental saya untuk tetap bertahan, walaupun semakin hari rasanya semakin kuat saja angin yang menerpa. Disiplin, komitmen dan kerja keras. Lakukan saja yang maksimal yang kita bisa. Yakinlah kalau mengeluh hanya buang waktu..๐Ÿ˜€

Bentuk tulisan saya mengenai ini (dalam suatu bentuk metafora) dapat dibaca di sini.

Terima kasih…๐Ÿ™‚

Written by medisonsimbolon

Maret 6, 2009 pada 11:50 am

Ditulis dalam Pikir2

Tagged with ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: