mediBlog

Medison Simbolon

Dragons’ Den, Reality Show Investasi Bisnis

with 5 comments

Bagi Anda yang berlangganan TV kabel, mungkin Anda pernah menonton sebuah acara yang berjudul Dragons’ Den yang disiarkan oleh BBC Knowledge. Dragons’ Den adalah sebuah serial reality show dimana ada 5 orang investor yang ‘mengaudisi’ para peserta yang membutuhkan dana untuk memulai ataupun mengembangkan usaha bisnis mereka. 5 orang investor itu dipanggil dengan sebutan the Dragons. The Dragons (pada waktu saya tonton kemarin) terdiri dari Arlene Dickinson, Robert Herjavec, Jim Treliving, Kevin O’Leary dan W. Brett Wilson. Para peserta audisi bergantian menghadap the Dragons dengan membawa ide2 mereka masing2. Ide2 tersebut beragam, baik dari segi kreatifitas maupun kualitas. The Dragons akan mendengarkan paparan masing2 peserta (ide yang dimiliki dan dana yang dibutuhkannya) dan kemudian mempertimbangkan apakah akan memberi suntikan investasi atau tidak. Kalau ada personil dari the Dragons yang tertarik dengan ide tersebut, maka akan diadakan sesi tawar menawar. Yang menanamkan investasi bisa hanya satu, dua atau malah keseluruhan personil the Dragons. Investasi yang diberikanpun (menurut saya) terbilang besar, tergantung kesepakatan dengan peserta. Sebaliknya, jika idenya tidak menarik perhatian the Dragons, maka peserta tersebut akan pulang dengan tangan hampa. Seperti biasa, ada yang menerima keputusan tersebut, ada juga yang tidak. Yah, namanya juga manusia.. šŸ˜€

Setelah menonton acara tersebut, saya berpikir : “Kenapa konsep acara tersebut tidak diadopsi saja oleh televisi di Indonesia?”

Saya kurang tahu persis, tapi kalau naluri awam saya berkata, kalau acara ini diadopsi, kemungkinan rating-nya akan cukup tinggi. Sisi positif yang paling penting (yang menurut saya sangat mungkin terjadi) adalah terbukanya lapangan pekerjaan. Begitu investor menanamkan modal, dan perusahaan berkembang, tentunya mereka akan membutuhkan pekerja. Sisi positif lain lagi (sekali lagi, menurut naluri awam saya.. hehe.. šŸ˜› ), tentunya perusahaan lokal akan semakin berkembang. Saya percaya ada banyak masyarakat Indonesia yang mempunyai ide2 brilian ataupun memiliki keterampilan dalam mengerjakan sesuatu hal yang mempunyai nilai jual yang tinggi, tetapi kurang berkembang karena kekurangan dana. Saya juga percaya ada banyak investor2 dalam negeri yang mampu dan mau menginvestasikan dananya kepada masyarakat, tetapi tidak bisa karena tidak pernah mendengar ataupun bertemu dengan masyarakat yang memiliki ide atau keterampilan tadi. Nah, untuk itulah (menurut saya) acara ini perlu dibuat sebagai jembatan antara kedua pihak tersebut.

Agak bosan juga melihat reality show lokal yang beberapa tahun belakangan hanya didominasi reality show bidang tarik suara. Potensi yang ada di dalam negeri kan bukan hanya di bidang itu. šŸ˜€

Yah, begitulah kira2.. Ini hanya pemikiran saya yang (sejujurnya) awam dalam bidang ekonomi. Saya hanya memakai logika2 umum saja. Entahlah kalau orang lain berpikiran yang jauh berbeda. Tetapi begitupun, saya berharap ada orang2 di bidang pertelevisian yang membaca tulisan saya ini. Siapa tahu ada gunanya… šŸ˜€

Iklan

Written by medisonsimbolon

Februari 7, 2009 pada 8:30 pm

Ditulis dalam Pikir2

Tagged with ,

5 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. menurut saya sih ini, klo acara tersebut diadopsi di indonesia ada efek negatifnya juga pak. spt kita tahu di acara tersebut khan seringkali muncul ide/produk/inovasi baru, padahal kita tahu sendiri di negara kita ini aturan maupun pelaksaan masalah hak paten/hak atas kekayaan intelektual masih harus banyak dibenahi. jadi bisa jadi akan banyak sekali ide/konsep yang akan dicuri begitu saja. tapi ini menurut saya lho……
    thx

    Almighty

    Februari 3, 2010 at 5:41 pm

  2. Ya itu kan kalau soal kekayaan intelektual. Kalau misalnya ada masyarakat yang bisa buat bubuk teh yang berskala internasional, menirunya kan susah. Atau misalnya ada nelayan yang punya ikan banyak, tapi ga punya pembeli. Jadi dia harus cari investor yang punya koneksi pasar yang kuat. Orang-orang seperti itu yang jadi pokok pertimbangan saya.

    Jadi kalau hak kekayaan intelektual yg ditakutkan, menurut saya itu hanya sebagian kecil dari seluruh potensi yg ada… Setahu saya juga sudah ada hukum yang mengatur hak kekayaan intelektual. Jadi ya setidaknya kalau ada yang mau niru, harus berpikir ulang… šŸ˜€

    medisonsimbolon

    Februari 3, 2010 at 11:19 pm

  3. setuju. saya barusan lihat. program ini sangat bagus utk memmbangun jiwa entrepreneur. mental kebanyakan di kita adalah pengen menjadi pegawai di tempat yg bagus. kalo demikian halnya, kita tidak akan cepat berkembang. kita butuh banyak entrepreneur, mereka yg melihat peluang & berani mengambil resiko.

    inilah yg kita butuhkan utk menjawab persoalan pengangguran ataupun kemiskinan. dan lebih dari itu, negara kita akan makin sejahtera, maju & lebih bermartabat.

    budidab

    Maret 23, 2010 at 6:47 pm

  4. Setuju mas medison, kenapa dinegara orang segala sesuatunya bisa cepat berkembang pesat, karena adanya hal seperti dragon’s Den alias banyak yang mau menjadi investor dengan asumsi bisa membuat win win solution. Nah dinegara kita ini susah seperti itu karena orang-orang nya cenderung berpikir untuk individual. Seperti yang saya alami sekarang ini, usaha saya bergerak dibidang tekstil dengan specialisasi produk canvas for industries. Memang terbilang baru berdiri kira2 sembilan (9) bulan namun saya sudah bisa masuk ke industri kelas dunia, seperti mitsuboshi belting Japan. Saya sudah masuk ke beberapa bank untuk bisa support usaha saya yang bertujuan untuk pengembangan karena saya ingin cepat bisa go international. Namun apa dikata, semua bank yang ada ingin untung dan safety nya saja tidak melihat proyeksi business plan nya. saya pernah kirim email ke salah satu anggota the Dragon, cuman jawaban mereka cukup sulit untuk bisa support diluar wilayahnya mereka, mereka belum bisa support untuk usaha-usaha yang ada di overseas. ya sampe saat ini saya masih bertahan untuk bisa maju tanpa bantuan dari pihak mana pun, karena sudah terlampau kecewa mas

    Ivan Suryaman

    September 26, 2013 at 6:18 pm

    • Sebenarnya kan ada pilihan lain Mas, selain bank. Bisa ke investor atau inkubator. Apa sudah dicoba?

      medisonsimbolon

      September 26, 2013 at 11:01 pm


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: