Gengsi
Ketika Anda sudah melalui banyak hal, terutama hal-hal yang melambungkan nama Anda, tentulah sangat membanggakan. Ketika nama Anda disanjung-sanjung, mungkin Anda senang, mungkin Anda biasa saja. Bagaimanapun juga, biasanya kita tidak terlalu keberatan disanjung. Semakin lama menerima sanjungan, kepala Anda pun makin tegak, dada makin membusung. Percaya diri Anda makin meningkat.
Akan tetapi, ketika Anda memperoleh itu semua, ternyata ada hal yang berpotensi membuat Anda “dipenjara”, yaitu gengsi atau harga diri. Berapa banyak orang yang ingin “turun kasta” demi mengejar mimpinya? Berapa banyak orang yang rela berjuang dari awal, meninggalkan kecemerlangan prestasinya? Kalaupun ada orang yang mau, berapa orang yang kira-kira mendukungnya? Sepertinya, lebih banyak yang mengatakan bahwa dia mengambil langkah yang salah (baca: bodoh).
Menyedihkan memang, ketika gengsi menjadi pembatas mimpi. Menyedihkan ketika gengsi menjadi penghalang kemajuan. Menyedihkan ketika semua prestasi yang diperoleh justru mengkotak-kotakkan kita dalam bertindak. Menyedihkan ketika sinar diri kita justru membuat silau diri sendiri.
Pada kenyataannya, gengsi adalah hal yang sulit ditaklukkan. Namun bukan tidak bisa. Menurut saya, orang yang berprestasi tinggi serta memiliki harga diri tinggi justru terpenjara di dalam kemewahan hidup. Dunia terlalu luas untuk dikotak-kotakkan. Kemampuan Anda terlalu besar dan sia-sia jika selalu membatasi diri. Mungkin baik jika kita memiliki gengsi, tapi akan lebih baik jika kita tidak dikuasainya. Kuasai gengsimu, kuasai sekitarmu, kuasai dunia.

Pha kabar Mantan Pak Ketu ???
mampir duluuuu
arti Gengsi = sebenernya Gue kePengen Si .. tapi …
nah alasan2 lain yang muncul jadi ketahan deh .. hehehe
setuju banget, gak ada untungnya deh gengsi-gengsian
Pak, kampanye Anti Gengsi aja sekalian
Fitri Susanti
November 27, 2010 pada 10:18 pm
Halo Fit.. Hehe..
Kampanye anti gengsi? Wah.. Boleh juga. Tinggal mikirin dimana buat sablon baju sama pin. Biar keliatan serius kampanyenya.
medisonsimbolon
November 30, 2010 pada 8:19 pm
Satu lagi Med …Spanduk trus ditempel di perempatan2 yang rame … biar semakin serius banget keliatannya
dibawahnya tertulis “powered by Medison ” hehehehhe
Fitri Susanti
November 30, 2010 pada 11:50 pm
haha.. ga perlu segitunya lah fit. terlalu berlebihan jadinya.
medisonsimbolon
Januari 5, 2011 pada 8:19 am