Analogi Cinta
Saya sering lihat orang2 (baik di dunia nyata maupun dunia maya) menganalogikan cinta. Biasanya analoginya itu dibuat jadi semacam kata2 mutiara. Ada yang bilang cinta bagai pasir, bagai kupu2, bagai angin dan lain2..
Saya pikir2, kalau mau dianalogikan, segala analogi juga bisa, tergantung sudut pandangnya. Kalau saya bilang cinta itu bagai algoritma Wavelet , bagai perceptron di dalam Neural Network, atau seperti protokol EIGRP-nya Cisco, tetap tidak ada yg protes kan?
Jadi, buat apa repot2 menganalogikan? Jalani ajalah..
Hahahihihehe
Ya, gak salah kog mau dianalogikan dengan apapun… selama itu allign dengan tujuan analoginya
, ntar dilihat allignment maturity antara yang dianalogikan dengan analoginya apa berada di level berada, kalau gapnya jauh, ya level rendah, begitu juga sebaliknya …. (nah ini malah lari kemana …)
Tumben kamu cerita tentang analogi cinta, tapi setelah kubaca isinya … yah gak jauh-jauh dari wavelet, algoritma lagi… caps dech…
fitrisusanti
April 29, 2009 at 5:10 pm
wakakaka… aku nyengir2 sendiri mbaca tulisanmu med…
bagus… bagus…
walopun analoginya sulit kupahami (maklum bukan pakar AI) tapi bisa bikin nyengir2 kuda, huhuhu… jadi malu sama keyboard
wahyu85
May 4, 2009 at 2:51 pm
tambah satu komentar lagi ah…
kalo boleh kusimpulkan:
1. penulis artikel lagi sutresno gara2 AI
2. yang pertama ngasi komen lagi sutresno gara2 PSTI
wkwkwkw…
wahyu85
May 4, 2009 at 2:53 pm