Archive for July 12th, 2008
Masalah File .DS_Store Pada Mac OS X
Bagi para pengguna Mac, mungkin pernah meliat file .DS_Store pada direktori media penyimpanannya. File .DS_Store bersifat hidden, yang artinya hanya bisa ditampilkan di Finder dengan cara yang saya jabarkan di posting sebelumnya. Saya selalu melihat file ini di flash disk saya. Karena penasaran, saya coba googling, dan… Inilah kira2 yang saya dapatkan sejauh ini.
Baiklah. Pertama-tama, apa itu file .DS_Store?
.DS_Store adalah sebuah file yang diciptakan oleh Sistem Operasi Mac OS X untuk menyimpan pengaturan terhadap sebuah direktori, seperti posisi2 icon, komentar atau gambar latar dari direktori tersebut. Secara default, Finder pada Mac OS X akan menciptakan file tersebut pada direktori2 apapun yang diaksesnya : Direktori lokal, direktori pada flash disk, bahkan pada direktori2 jarak jauh, seperti jika mengadakan koneksi share direktori via SMB atau AFP.
Hal ini membuat banyak orang mengajukan protes terhadap pihak Apple. Mereka yang mengajukan protes umumnya merasa keberatan karena dengan diciptakannya file .DS_Store ini, mereka selalu meninggalkan jejak jika mengunjungi komputer lain di jaringan. File ini juga menimbulkan masalah pada perangkat2 seperti bingkai foto digital atau pemutar MP3 non Apple.
Karena banyaknya protes ini, pihak Apple kemudian merilis artikel yang menjelaskan mengenai langkah2 yang dapat dilakukan agar Mac tidak menciptakan file tersebut. Perlu dicatat bahwa, dengan menjalankan langkah2 tersebut, file tersebut tidak akan diciptakan lagi pada direktori jarak jauh, tapi tetap ada pada direktori lokal. (Ya iya dong. Kalau di direktori lokal juga tidak ada, berarti pengaturan direktori tidak akan pernah disimpan dimana2.. Repot dong kalau tiap kali masuk harus atur2 lagi…
) Langkah tersebut juga tidak menghentikan proses copy file .DS_Store yang sudah terlebih dahulu ada ke direktori jarak jauh. Satu hal lagi, langkah tersebut mungkin akan memberi pengaruh aneh terhadap Finder. Contohnya, dengan tidak dibuatnya file ini pada direktori jarak jauh, maka jika kita hendak upload data ke server jarak jauh, admin server dan juga client2-nya yang lain mungkin akan kesulitan dalam mengidentifikasi direktori tersebut. Maka, jika server ingin supaya direktori tersebut memiliki komentar, maka admin server harus menulis sendiri komentarnya, supaya bisa juga dilihat oleh client yang lain. Hmm… Jd repot ya?
Oke2, udah kebanyakan ngomongnya. Hehe… Sekarang saya akan tuliskan langkah yang dirilis oleh Apple tersebut.
1. Buka terminal
2. Ketik:
defaults write com.apple.desktopservices DSDontWriteNetworkStores true
3. Tekan Return.
4. Restart komputer.
Sederhana sih, tapi mungkin berguna bagi beberapa orang. Kalau saya (jujur) belum terlalu bermasalah dengan yang hal tadi. Jadi langkah2 di atas belum saya gunakan. ![]()
——————————————————————————————————————————————–
Artikel keluaran Apple tersebut dapat dilihat disini.
Melihat Hidden Files di Mac
Bagi orang-orang yang terbiasa memakai Windows, lalu berganti ke Mac (seperti saya
), mungkin ada satu hal yang menjadi pertanyaan, yaitu :
“Bagaimana melihat hidden files di Mac saya pada aplikasi Finder?”
Nah, berhubung saya sudah punya jawabannya, maka saya mencoba untuk membagikannya ke yang lain.
Ada 3 cara untuk melihat hidden files di Mac :
1. Melalui Terminal
Caranya adalah dengan mengetikkan perintah di bawah :
defaults write com.apple.Finder AppleShowAllFiles YES
Kemudian…Jangan lupa tekan tombol Return.
Perintah YES juga bisa diganti dengan TRUE. Untuk menonaktifkannya, tinggal ganti perintah YES atau TRUE menjadi NO atau FALSE. Setiap kali selesai memasukkan perintah tersebut, terkadang hasilnya bisa langsung terlihat, terkadang tidak. Jika tidak terlihat hasilnya, maka masukkan perintah berikutnya, yaitu :
killall Finder
Perintah tersebut digunakan untuk me-restart aplikasi Finder pada Mac. Begitu perintah tersebut dijalankan, maka hasil yang sebelumnya sudah bisa terlihat.
2. Dengan bantuan Script Editor
Script Editor adalah aplikasi standar dari Sistem Operasi Mac yang mengijinkan pengguna untuk menciptakan maupun mengedit script menggunakan AppleScript, semacam bahasa pemrograman yang dikembangkan oleh Apple. Script Editor dapat dijalankan dari /Applications/AppleScript/Script Editor.
Setelah menjalankan aplikasi Script Editor, copy-lah script di bawah ini, dan paste pada jendela Script Editor. Mmm…Garis2nya tidak ikut ya? Itu hanya sebagai batasan saja.
—————————————————————————————————————-
set dotVisible to do shell script “defaults read com.apple.Finder AppleShowAllFiles”
if dotVisible = “0″ then
do shell script “defaults write com.apple.Finder AppleShowAllFiles 1″
else
do shell script “defaults write com.apple.Finder AppleShowAllFiles 0″
end if
tell application “Finder” to quit
delay 1
tell application “Finder” to activate
—————————————————————————————————————-
Script di atas memberlakukan operasi toogle terhadap hidden files Anda. Dengan kata lain, jika saat ini hidden files bisa dilihat, kemudian script dijalankan, maka hidden files kembali tidak bisa terlihat. Begitu sebaliknya. Script tadi juga langsung melakukan proses restart pada Finder, jadi Anda bisa langsung melihat hasilnya.
Save as-lah script tersebut sebagai aplikasi (application). Pastikan tidak ada kotak yang dicentang. Simpan pada tempat yang mudah Anda temui, dengan nama, misalkan : showhid.app.
Nah, setelah disimpan, sebagai aplikasi, maka script tadi sekarang sudah menjadi applet. Double-click lah showhid.app tersebut setiap kali Anda ingin melihat, atau tidak ingin melihat hidden files Anda. Sip?
3. Dengan bantuan software
Ada berbagai software di pasaran yang bisa digunakan untuk membantu mengatasi masalah ini, seperti Show Hidden Files atau TinkerTool. Jangan khawatir, dua2nya free…
Mudah2an bisa membantu….
Blue Energy dan Konservasi Lingkungan? Hmm…
Belakangan banyak pemberitaan tentang bahan bakar baru yang berasal dari air laut yang ditemukan oleh Joko Santoso, yang lebih dikenal dengan istilah blue energy. Ada yang mendukung, tapi ada juga yang menolak dan menganggapnya tak logis.
Hmm.. Post saya disini tidak bertujuan untuk menganalisa logis ataupun tidak logisnya temuan tersebut. Dan saya sama sekali tidak ada niat untuk mendiskreditkan Pak Joko Santoso. Kalau dipikir2, temuan hebat apa sih yang tidak dianggap aneh pada awalnya?
Jadi, dalam hal ini, mari kita anggap temuan tersebut memang ilmiah dan terbukti hasilnya. Ok?
Nah, yang ingin saya bahas justru di poin “Apakah temuan tersebut akan memberi dampak positif bagi dunia?” Hmm…
Coba kita perhatikan keadaan dunia, khususnya air laut sekarang ini. Keadaan air laut sudah jauh berbeda dari yang dulu. Nelayan semakin susah menangkap ikan. Air laut semakin tidak jernih. Isinya sampah dan limbah2 industri. Terumbu karang juga sepertinya beberapa lama lagi hanya bisa dilihat di buku sejarah flora dan fauna alias punah. Belum lagi kalau ada musibah seperti kecelakaan kapal tanker yang muatannya berhamburan ke laut. Hmm…
Untuk itu, tanpa mendiskreditkan penemuan blue energy, saya hanya beranggapan penemuan itu justru akan memperbanyak interfensi manusia terhadap kandungan air laut. Jika bisa berbicara, sepertinya biota laut juga ingin melancarkan demonstrasi ke manusia, yang berteriak nyaring menyerukan konservasi lingkungan. Tapi, demonstrasinya yang damai lo…
Eit, kembali ke pembahasan di dunia nyata..
Yang ingin saya sampaikan di sini adalah, coba kita lihat apa-apa saja yang tidak bisa hilang, dan membuat dunia semakin dan semakin parah keadaannya. Yang ada di dalam pikiran saya pertama kali adalah sampah non organik. Saya kurang tahu mengenai sudah ada atau belumnya bahan bakar yang diperoleh dari sampah non organik. Jika sudah ada, hendaknya itu bisa dikembangkan. Iya dong. Plastik atau rongsokan besi-besi kapal digunakan sebagai bahan bakar? Gimana?
Setiap manusia memang berhak untuk membuka sebuah pemikiran. Dan tentunya setiap makhluk hidup berhak untuk hidup. Jika seorang manusia memikirkan tentang kehidupan makhluk lain beserta lingkungannya, tentunya hak setiap makhluk hidup terpenuhi. Ya tidak?
Ini hanya sekedar pemikiran di waktu senggang.
Mudah2an memang bisa terwujud. Kalau tidak masuk akal, ya… Namanya juga angan2. Setiap penemuan juga diawali dengan angan2. Ya kan? Namun apapun ceritanya, salut buat Pak Joko Santoso, yang sudah membuka sebuah pemikiran baru. Indonesia semakin lama semakin kekurangan pemikir2 ulungnya. Hmmm….