mediBlog

Medison A Simbolon

Archive for July 9th, 2008

Konversi Bilangan Desimal, Biner, Oktal dan Heksadesimal

with 33 comments

Pada momen yang berbahagia ini, saya ingin coba menjabarkan tahap2 sederhana proses konversi bilangan desimal, biner, oktal dan heksadesimal.

Bilangan desimal adalah bilangan yang menggunakan 10 angka mulai 0 sampai 9 berturut2. Setelah angka 9, maka angka berikutnya adalah 10, 11, 12 dan seterusnya. Bilangan desimal disebut juga bilangan berbasis 10. Contoh penulisan bilangan desimal : 1710. Ingat, desimal berbasis 10, maka angka 10-lah yang menjadi subscript pada penulisan bilangan desimal.

Bilangan biner adalah bilangan yang hanya menggunakan 2 angka, yaitu 0 dan 1. Bilangan biner juga disebut bilangan berbasis 2. Setiap bilangan pada bilangan biner disebut bit, dimana 1 byte = 8 bit.  Contoh penulisan : 1101112.

Bilangan oktal adalah bilangan berbasis 8, yang menggunakan angka 0 sampai 7. Contoh penulisan : 178.

Bilangan heksadesimal, atau bilangan heksa, atau bilangan basis 16, menggunakan 16  buah simbol, mulai dari 0 sampai 9, kemudian dilanjut dari A sampai F. Jadi, angka A sampai F merupakan simbol untuk 10 sampai 15. Contoh penulisan : C516.
Hmm.. Sepertinya prolognya sudah cukup. Lanjut ke proses kalkulasi… 8)

—————————————————————————————————————————————-

Saya langsung saja ambil sebuah contoh bilangan desimal yang akan dikonversi ke biner. Setelah itu, akan saya lakukan konversi masing2 bilangan desimal, biner, oktal dan heksadesimal.

Misalkan bilangan desimal yang ingin saya konversi adalah 2510.

Maka langkah yang dilakukan adalah membagi tahap demi tahap angka 2510 tersebut dengan 2, seperti berikut :

25 : 2 = 12,5

Jawaban di atas memang benar, tapi bukan tahapan yang kita inginkan. Tahapan yang tepat untuk melakukan proses konversi ini sebagai berikut :

25 : 2 = 12 sisa 1.    —–> Sampai disini masih mengerti kan? :)

Langkah selanjutnya adalah membagi angka 12 tersebut dengan 2 lagi. Hasilnya sebagai berikut :

12 : 2 = 6 sisa 0.      —–> Ingat, selalu tulis sisanya.

Proses tersebut dilanjutkan sampai angka yang hendak dibagi adalah 0, sebagai berikut :

25 : 2 = 12 sisa 1.

12 : 2 = 6 sisa 0.

6 : 2 = 3 sisa 0.

3 : 2 = 1 sisa 1.

1 : 2 = 0 sisa 1.

0 : 2 = 0 sisa 0…. (end)

Nah, setelah didapat perhitungan tadi, pertanyaan berikutnya adalah, hasil konversinya yang mana? Ya, hasil konversinya adalah urutan seluruh sisa-sisa perhitungan telah diperoleh, dimulai dari bawah ke atas.

Maka hasilnya adalah 0110012. Angka 0 di awal tidak perlu ditulis, sehingga hasilnya menjadi 110012. Sip? ;)

—————————————————————————————————————————————-

Lanjut…..sekarang saya akan menjelaskan konversi bilangan desimal ke oktal.

Proses konversinya mirip dengan proses konversi desimal ke biner, hanya saja kali ini pembaginya adalah 8. Misalkan angka yang ingin saya konversi adalah 3310. Maka :

33 : 8 = 4 sisa 1.

4 : 8 = 0 sisa 4.

0 : 8 = 0 sisa 0….(end)

Hasilnya? Coba tebak…418!!! :D

—————————————————————————————————————————————-

Sekarang tiba waktunya untuk mengajarkan proses konversi desimal ke heksadesimal:D

Seperti biasa, langsung saja ke contoh. Hehe…

Misalkan bilangan desimal yang ingin saya ubah adalah 24310. Untuk menghitung proses konversinya, caranya sama saja dengan proses konversi desimal ke biner, hanya saja kali ini angka pembaginya adalah 16. Maka :

243 : 16 = 15 sisa 3.

15 : 16 = 0 sisa F.      —-> ingat, 15 diganti jadi F..

0 :  16 = 0 sisa 0….(end)

Nah, maka hasil konversinya adalah F316. Mudah, bukan? 8)

—————————————————————————————————————————————-

Fiuh..Lanjut lagi… :D

Sekarang kita beralih ke konversi bilangan biner ke desimal. Proses konversi bilangan biner ke bilangan desimal adalah proses perkalian setiap bit pada bilangan biner dengan perpangkatan 2, dimana perpangkatan 2 tersebut berurut dari kanan ke kiri bit bernilai 20 sampai 2n.

Langsung saja saya ambil contoh bilangan yang merupakan hasil perhitungan di atas, yaitu 110012. Misalkan bilangan tersebut saya ubah posisinya mulai dari kanan ke kiri menjadi seperti ini.

1

0

0

1

1

Nah, saatnya mengalikan setiap bit dengan perpangkatan 2. Ingat, perpangkatan 2 tersebut berurut mulai dari 20 sampai 2n, untuk setiap bit mulai dari kanan ke kiri. Maka :

1     ——>    1 x 20 = 1

0     ——>    0 x 21 = 0

0     ——>    0 x 22 = 0

1     ——>    1 x 23 = 8

1     ——>    1 x 24 = 16 —> perhatikan nilai perpangkatan 2 nya semakin ke bawah semakin besar

Maka hasilnya adalah 1 + 0 + 0 + 8 + 16 = 2510.

Nah, bandingkan hasil ini dengan angka desimal yang saya ubah ke biner di awal tadi. Sama bukan? ;)

—————————————————————————————————————————————-

Sudah ini, sudah itu, sekarang….nah, konversi bilangan biner ke oktal. hehe…siap?

Untuk merubah bilangan biner ke bilangan oktal, perlu diperhatikan bahwa setiap bilangan oktal mewakili 3 bit dari bilangan biner. Maka jika kita memiliki bilangan biner 1101112 yang ingin dikonversi ke bilangan oktal, langkah pertama yang kita lakukan adalah memilah-milah bilangan biner tersebut, setiap bagian 3 bit, mulai dari kanan ke kiri, sehingga menjadi seperti berikut :

110                 dan               111

Sengaja saya buat agak berjarak, supaya lebih mudah dimengerti. Nah, setelah dilakukan proses pemilah2an seperti ini, dilakukan proses konversi ke desimal terlebih dahulu secara terpisah. 110 dikonversi menjadi 6, dan 111 dikonversi menjadi 7. Hasilnya kemudian digabungkan, menjadi 678, yang merupakan bilangan oktal dari 11011128)

“Tapi, itu kan kebetulan bilangan binernya pas 6 bit. Jadi dipilah2 3 pun masih pas. Gimana kalau bilangan binernya, contohnya, 5 bit?” Hehe…Gampang..Contohnya 110012. 5 bit kan? Sebenarnya pemilah2an itu dimulai dari kanan ke kiri. Jadi hasilnya 11 dan 001. Ini kan sebenarnya sudah bisa masing2 diubah ke dalam bentuk desimal. Tapi kalau mau menambah kenyamanan di mata, tambahin aja 1 angka 0 di depannya. Jadi 0110012. Tidak akan merubah hasil perhitungan kok. Tinggal dipilah2 seperti tadi. Okeh?

—————————————————————————————————————————————-

Selanjutnya adalah konversi bilangan biner ke heksadesimal.

Hmm…sebagai contoh, misalnya saya ingin ubah 111000102 ke bentuk heksadesimal. Proses konversinya juga tidak begitu rumit, hanya tinggal memilahkan bit2 tersebut menjadi kelompok2 4 bit. Pemilahan dimulai dari kanan ke kiri, sehingga hasilnya sbb :

1110            dan           0010

Nah, coba lihat bit2 tersebut. Konversilah bit2 tersebut ke desimal terlebih dahulu satu persatu, sehingga didapat :

1110 = 14    dan           0010 = 2

Nah, ingat kalau 14 itu dilambangkan apa di heksadesimal? Ya, 14 dilambangkan dengan E16.

Dengan demikian, hasil konversinya adalah E216.

Seperti tadi juga, gimana kalau bilangan binernya tidak berjumlah 8  bit? Contohnya 1101012? Yaa…Seperti tadi juga, tambahin aja 0 di depannya. Tidak akan memberi pengaruh apa2 kok ke hasilnya. Jadi setelah ditambah menjadi 001101012. Selanjutnya, sudah gampang kan? ;)

—————————————————————————————————————————————-

Selanjutnya, konversi bilangan oktal ke desimal. Hal ini tidak terlalu sulit. Tinggal kalikan saja setiap bilangan dengan perpangkatan 8. Contoh, bilangan oktal yang akan dikonversi adalah 718. Maka susunannya saya buat menjadi demikian :

1

7

dan proses perkaliannya sbb :

1 x 80 = 1

7 x 81 = 56

Maka hasilnya adalah penjumlahan 1 + 56 = 5710.

—————————————————————————————————————————————-

Habis konversi oktal ke desimal, maka saat ini giliran oktal ke biner. Hehe..

Langsung ke contoh. Misalkan saya ingin mengubah bilangan oktal 578 ke biner. Maka langkah yang saya lakukan adalah melakukan proses konversi setiap bilangan tersebut masing2 ke 3 bit bilangan biner. Nah, angka 5 jika dikonversi ke biner menjadi….? 1012. Sip. Nah, 7, jika dikonversi ke biner menjadi…? 1112. Mantap. Maka hasilnya adalah 1011112. Jamin benar deh…. :)

—————————————————————————————————————————————-

Hmm…berarti…sekarang giliran konversi oktal ke heksadesimal.

Untuk konversi oktal ke heksadesimal, kita akan membutuhkan perantara, yaitu bilangan biner. Maksudnya? Maksudnya adalah kita konversi dulu oktal ke biner, lalu konversikan nilai biner tersebut ke nilai heksadesimalnya. Nah, baik yang konversi oktal ke biner maupun biner ke heksadesimal kan udah dijelaskan. Coba buktikan, bahwa bilangan oktal 728 jika dikonversi ke heksadesimal menjadi 3A16. Bisa kan? Bisa dong… ;)

—————————————————————————————————————————————-

Selanjutnya adalah konversi bilangan heksadesimal ke desimal.

Untuk proses konversi ini, caranya sama saja dengan proses konversi biner ke desimal, hanya saja kali ini perpangkatan yang digunakan adalah perpangkatan 16, bukan perpangkatan 2. Sebagai contoh, saya akan melakukan konversi bilangan heksa C816 ke bilangan desimal. Maka saya ubah dulu susunan bilangan heksa tersebut, mulai dari kanan ke kiri, sehingga menjadi sebagai berikut :

8

C

dan kemudian dilakukan proses perkalian dengan perpangkatan 16, sebagai berikut :

8 x 160 = 8

C x 161 = 192     ——> ingat, C16 merupakan lambang dari 1210

Maka diperolehlah hasil konversinya bernilai 8 + 192 = 20010.

—————————————————————————————————————————————-

Tutorial berikutnya, konversi dari heksadesimal ke biner.

Dalam proses konversi heksadesimal ke biner, setiap simbol dalam heksadesimal mewakili 4 bit dari biner. Misalnya saya ingin melakukan proses konversi bilangan heksa B716 ke bilangan biner. Maka setiap simbol di bilangan heksa tersebut saya konversi terpisah ke biner. Ingat, B16 merupakan simbol untuk angka desimal 1110. Nah, desimal 1110 jika dikonversi ke biner menjadi 10112, sedangkan desimal 710 jika dikonversi ke biner menjadi 01112. Maka bilangan binernya adalah 101101112, atau kalau dibuat ilustrasinya seperti berikut ini :

B                         7       —-> bentuk heksa

11                       7       —-> bentuk desimal

1011                0111  —-> bentuk biner

Hasilnya disatukan, sehingga menjadi 101101112. Understood? ;)

—————————————————————————————————————————————-

Yang terakhir adalah konversi heksadesimal ke oktal.

Nah, sama seperti konversi oktal ke heksadesimal, kita membutuhkan bantuan bilangan biner. Lakukan terlebih dahulu konversi heksadesimal ke biner, lalu konversikan nilai biner tersebut ke oktal. Sebagai latihan, buktikan bahwa nilai heksadesimal E716 jika dikonversi ke oktal menjadi 3478. Hehe…Kamu bisa!!!

—————————————————————————————————————————————-

Written by medisonsimbolon

July 9, 2008 at 11:35 pm

Perintah Dasar UNIX

with 2 comments

Salam….

Berikut ini perintah2 yang bisa dijalankan di UNIX. Perintah2 ini hanya sebagian kecil dari perintah2 yang ada, tapi yang cukup sering dipakai. Mudah2an berguna bagi yang membutuhkan. Kalau ada yang kurang atau gimana2, ditunggu kritik dan sarannya…

Baiklah, mari kita mulai8)

——————————————————————————————————————————————————–

Mencari tahu posisi direktori yang sedang aktif saat ini

pwd                  : singkatan dari print working directory

——————————————————————————————————————————————————–

Melihat daftar isi direktori yang sedang aktif

ls                       : melihat semua daftar isi direktori kecuali hidden files

ls -a                  : melihat semua daftar isi direktori, termasuk hidden files (a singkatan dari attribute)

ls -l                   : menampilkan informasi tambahan dari setiap file atau direktori, kecuali hidden files (l singkatan dari long)

ls -al atau ls -la : menampilkan informasi tambahan dari setiap file atau direktori, termasuk hidden files

Informasi tambahan yang akan ditampilkan adalah berupa tanggal pembuatan, account pembuat file, dan juga hak akses file/directory. Hak akses file/directory adalah hak2 yang dimiliki setiap user dalam mengakses file atau directory tersebut. Contoh :

Informasi hak akses file/directory yang diberikan adalah drwxrw-r-x

Nah, sebenarnya hak akses file/directory tersebut terdiri dari 4 bagian, yang kalau dipilah-pilah hasilnya sebagai berikut:

‘d’ (karakter pertama), artinya ini adalah sebuah direktori. Jika ini adalah sebuah file, maka karakter pertama ditulis ‘-’.

‘rwx’ (karakter kedua, ketiga dan keempat), adalah merupakan hak yang dimiliki user/owner, dimana hal ini berarti user/owner dapat melakukan proses read(r) atau baca, write(w) atau tulis, dan x(execute) atau menjalankan pada file/directory tersebut.

‘rw-’ (karakter kelima, keenam dan ketujuh), adalah merupakan hak yang dimiliki oleh group, yang mana berarti group bisa melakukan proses baca dan tulis, tetapi tidak bisa menjalankan file tersebut.

‘r-x’ (karakter kedelapan, kesembilan dan kesepuluh), adalah merupakan hak pengguna lain yang tidak termasuk owner ataupun group. Dalam hal ini, hak yang dimilikinya adalah……Sudah tau kan?Hehe…Loh, kok itu? Coba baca sekali lagi. Sudah tau? Nah…Gitu dong.. ;)

——————————————————————————————————————————————————–

Membuat file baru

pico namafile.tipefile

Contoh : pico test.html      ——> membuat file baru dengan nama test.html

Setelah command di atas dijalankan, maka akan ada tampilan buffer. Untuk menyimpan file yang baru dibuat tanpa keluar dari perintah pico, tekan tombol control + O. Hal ini dilakukan untuk menciptakan beberapa file sekaligus. Tekan return untuk melanjutkan.

Untuk menyimpan file dan langsung keluar dari perintah pico, tekan tombol control + X. Ketika ditanya apakah ingin menyimpan atau tidak, ketik Y.

Masukkan perintah ls untuk melihat hasilnya.

——————————————————————————————————————————————————–

Membuat direktori baru

mkdir namadirektori

Contoh : mkdir medison         ————-> membuat direktori baru dengan nama medison

——————————————————————————————————————————————————–

Membuka file

Untuk Mac :

open namafile.tipefile : membuka file dengan aplikasi default

Contoh : open 1a.jpg   ————> membuka file 1a.jpg dengan menggunakan aplikasi default untuk membuka file .jpg

open -a aplikasi namafile.tipefile : membuka file dengan aplikasi yang diminta

Contoh : open -a preview 1a.jpg  ——-> membuka file 1a.jpg  dengan menggunakan aplikasi ‘preview’.

Untuk Linux :

./namafile ———-> membuka file

Contoh : ./latihan.txt  ————> membuka file latihan.txt

——————————————————————————————————————————————————–

Masuk sebagai root

Root adalah hak akses yang mampu melakukan apa saja terhadap komputer Unix. Root adalah istilah lain untuk Administrator.

Cara untuk masuk sebagai root adalah dengan mengetik su

Setelah mengetik su di terminal, ketikkanlah password root-nya, dan tampilan prompt akan menjadi sbb :

root@namakomputeranda:/#

Tulisan di sebelah kanan titik dua akan bervariasi, tergantung lokasi direktori Anda sedang berada saat ini.

Jika Anda belum memiliki password su, maka ketikkanlah terlebih dahulu

sudo passwd root

dan masukkan password yang Anda inginkan.

——————————————————————————————————————————————————–

Mengatur hak akses user pada file atau direktori

Untuk dapat mengatur hak akses user, perlu terlebih dahulu dilihat penggolongan berikut :

1. Pada level owner

400 : dapat dibaca oleh owner

200 : dapat ditulis oleh owner

100 : dapat dijalankan oleh owner

2. Pada level group

040 : dapat dibaca oleh group

020 : dapat ditulis oleh group

010 : dapat dijalankan oleh group

3. Pada level pengguna lainnya

004 : dapat dibaca oleh pengguna lainnya

002 : dapat ditulis oleh pengguna lainnya

001 : dapat dijalankan oleh pengguna lainnya

Keseluruhan angka di atas adalah sejenis poin yang dapat dijumlah untuk menghasilkan hak akses file/directory yang kita inginkan. Contoh, jika kita ingin owner dapat melakukan segalanya, group hanya boleh baca tulis, dan pengguna lain hanya boleh baca, maka kita bisa langsung jumlahkan poin2nya.

400+200+100+040+020+004 = 764

Nah, 764 adalah poin yang kita butuhkan untuk menghasilkan hak akses file/directory seperti yang diinginkan di atas.

Setelah poin tersebut diperoleh, langkah selanjutnya tinggal mengetik :

chmod 764 namafile.tipefile

Poin2 lain yang sering digunakan adalah :

777 – semua level dapat melakukan semua proses

755 – owner boleh melakukan semua proses, yang lain hanya boleh baca dan jalankan

711 – owner boleh melakukan semua proses, yang lain hanya boleh menjalankan

644 – owner boleh membaca dan menulis, yang lain hanya boleh membaca

——————————————————————————————————————————————————–

Mengganti nama file/direktori

mv namafilesebelumnya.tipefile namafilebaru.tipefile : untuk mengganti nama file

cth : mv lama.jpg baru.jpg   ————> mengganti nama lama.jpg menjadi baru.jpg

mv namadirektorisebelumnya namadirektoribaru       : untuk mengganti nama direktori

cth : mv bulan matahari       ————> mengganti nama direktori bulan menjadi matahari

——————————————————————————————————————————————————–

Memindahkan file

mv namafile.tipefile lokasidirektoribaru

Contoh : mv bangun.pdf /users/mac/desktop     —–> memindahkan file bangun.pdf ke direktori /users/mac/desktop

——————————————————————————————————————————————————–

Copy file

cp namafile.tipefile lokasidirektoribaru

Contoh : gambar.jpg /users/mac/desktop     —–> copy file gambar.jpg ke direktori /users/mac/desktop

cp namafilelama.tipefile namafilebaru.tipefile

Contoh : gambar.jpg gambar2.jpg  —–> copy file gambar.jpg ke direktori yang sama, dengan nama gambar2.jpg

Hanya saja, dengan menggunakan perintah cp, jika ada file dengan nama yang sama di direktori yang dituju, maka file tersebut akan langsung tertimpa. Untuk mengatasi hal ini, maka langkah yang paling aman adalah meletakkan -i di depan cp.

Contoh : cp -i gambar.jpg /users/mac/desktop   —–> copy file gambar.jpg ke direktori /users/mac/desktop, hanya saja jika ada nama file yang sama di direktori tujuan tersebut, maka konfirmasi pengguna untuk melakukan proses copy akan diajukan.  Jika pengguna tetap ingin melakukan proses copy dan menimpa file yang sudah terlebih dahulu ada pada direktori tersebut, maka pengguna dapat menjawab ‘yes’.

——————————————————————————————————————————————————–

Hapus file atau direktori

rm namafile.tipefile untuk menghapus file

Contoh : rm bagus.pdf     ————–> menghapus file bagus.pdf

rm -f namadirektori untuk menghapus paksa sebuah file, jika pengguna tidak memiliki hak akses tulis

Contoh : rm -f bagus.pdf  —————-> menghapus paksa file bagus.pdf

rm -r namadirektori untuk menghapus direktori

Contoh : rm -r minum   ——> menghapus direktori minum

rm * : menghapus  semua file yang ada di direktori aktif (WARNING : HATI2…!!!)

——————————————————————————————————————————————————–

Written by medisonsimbolon

July 9, 2008 at 8:04 am

Posted in Trik Komputer, Tutorial

Tagged with

Tentang Saya

with one comment

Halo Indonesia…

Nama saya Medison Simbolon. Saya baru saja menyelesaikan studi S1 saya di Teknik Elektro Universitas Sumatera Utara sub program Teknik Komputer. Sekarang saya sedang melanjutkan studi S2 saya di Institut Teknologi Bandung. Saya mengambil Teknik Elektro juga, tapi di bidang khusus Teknologi Informasi.  Sebagai seorang Teknik Elektro, saya memiliki ketertarikan pada desain animasi. (Tidak nyambung ya? Hehe…). Saya juga pernah menjadi instruktur desain animasi 3D di salah satu lembaga pendidikan komputer di Medan, dan sekarang sudah mengajar juga di Bandung. Desain animasi menjadi semacam hobi buat saya. Saran dan kritiknya sangat saya nantikan. Yang ingin berkomunikasi melalui e-mail dapat menghubungi saya di medison.simbolon@gmail.com. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini. Semoga yang saya sampaikan bermanfaat bagi semua.

Written by medisonsimbolon

July 9, 2008 at 1:44 am

Posted in Lain2

Tagged with , ,