mediBlog

Medison A Simbolon

Kesan Pertama LyX

leave a comment »

Setelah kemarin saya coba2 instal LyX, saya-pun mulai mengulik. Supaya hasilnya langsung kelihatan, saya coba langsung pakai untuk kerjain tugas saya. Ternyata, agak2 kaku juga kalau belum terbiasa. Akhirnya, saya kembali memakai perangkat office yang ‘biasa’.. :P

Ada beberapa hal yang cukup mengganggu saya. Tetapi sepertinya sih, itu karena sayanya saja yang belum tahu, seperti hal2 berikut ini:

- Kalau mau buat abstrak memakai format yang sudah disediakan di LyX, tulisan ‘abstrak’-nya tidak bisa dirubah. LyX menulis ‘Abstract‘.

- Kalau mau ubah format2 tulisan seperti jarak antar baris, jenis huruf dan lain2, gimana ya?

- Memasukkan daftar pustaka caranya bagaimana?

Hehe.. Kelihatan sekali masih baru belajar. Mungkin setelah beberapa kali pemakaian, dan beberapa kali tanya2 ke Google, pertanyaan2 tersebut akan terjawab. Mudah2an Google belum bosan menjawab pertanyaan saya.. :D

Written by medisonsimbolon

November 19, 2009 at 8:52 pm

Posted in Teknologi

Tagged with

Belajar Bahasa Pemrograman

leave a comment »

Baru2 ini saya menghadiri sebuah kursus bahasa pemrograman. Bahasanya pakai bahasa C, tetapi bukan yang Visual. Materi kursus secara umum (ya…..) oke lah. Tetapi, ada satu hal yang cukup menarik perhatian saya. Hal tersebut sepertinya sangat umum di setiap kursus bahasa pemrograman. Sepertinya tidak banyak pengajar pemrograman yang dapat menghindari mengucapkan sebuah kalimat sakti yang jadi ciri khas mereka. Apakah isi kalimat itu?

Coba ketik persis seperti yang ada di buku, lalu lihat hasilnya…

Hehe… Apa ada pengajar pemrograman yang sanggup untuk tidak berkata seperti itu? :P

Written by medisonsimbolon

November 9, 2009 at 9:17 pm

Posted in Pikir2

Menginstall LyX di Mac

leave a comment »

llKemarin saya coba2 install LyX di iMac saya. LyX adalah sebuah perangkat lunak open source pengolah dokumen. Bedanya kalau pakai LyX (dibanding pengolah dokumen seperti Microsoft Office) adalah bahwa pengguna dapat lebih fokus pada struktur tulisan, bukan pada tampilan. Intinya, dengan memakai LyX, pengolahan dokumen2 yang memiliki standar seperti dokumen tesis, makalah dll akan lebih mudah, karena format tampilannya sudah diatur oleh LyX. Pengguna cukup menulis saja.

Sewaktu saya coba install di Mac, ternyata terdapat kesalahan. Sewaktu hendak dikonversi ke tipe file yang lain, seperti .pdf, LyX menampilkan pesan kesalahan yang memberitahu bahwa class untuk konversi tersebut tidak ada. Ternyata setelah cari tahu, saya perlu menginstall MacTeX terlebih dahulu. Setelah itu, baru saya bisa install LyX. Hanya saja, MacTeX ini ukurannya cukup besar (sekitar 1,2GB). Karena besarnya itu, sepertinya perlu usaha yang lebih kalau mau mengunduhnya.. :D Untuk mengunduh MacTeX, bisa dilakukan di sini.

Sekarang, LyX saya sudah jalan. Komentar belum bisa saya berikan, karena belum banyak saya utak atik. Kebetulan, sekarang saya sedang ada tugas membuat makalah. Nah, saatnya coba LyX ini. Kita lihat sampai seberapa kemampuannya.. :P

Written by medisonsimbolon

November 1, 2009 at 8:31 pm

Posted in Teknologi

Tagged with ,

Selamat Hari Sumpah Pemuda

leave a comment »

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

wk

Peserta Kongres Pemuda II (Sumber: Wikipedia)

Written by medisonsimbolon

October 28, 2009 at 10:54 am

Posted in Lain2

Halaman Kosong

leave a comment »

Ramah lingkungankah? ;)

Ramah lingkungankah? ;)

Written by medisonsimbolon

October 21, 2009 at 9:23 pm

Posted in Pikir2

Akhirnya…

leave a comment »

bkrFiuh… Akhirnya selesai juga saya membaca buku karangan Steven Saylor, yang judulnya Roma. Sepanjang sejarah saya membaca buku, sepertinya ini buku yang memegang rekor paling lambat saya baca. Hehe.. Apa karena minat baca saya menurun, atau sibuk, atau ceritanya kurang menantang ya? Sepertinya sih, minat baca saya yang sedikit menurun waktu itu. Sepertinya butuh waktu lebih dari 5 bulan untuk menyelesaikan membaca buku ini. Selama itu pulalah buku tersebut ada di samping kepala saya waktu tidur. (Siapa tahu tulisannya masuk sendiri ke kepala.. ) Hehe.. ;)

Meskipun buku tersebut lumayan tebal, tetapi saya cukup kecewa karena tidak ada memuat cerita tentang sebuah nama besar di sejarah Roma, kaisar Nero. Buku tersebut mengisahkan sejarah mulai dari terbentuknya Roma sampai akhir riwayat Julius Caesar sekitar 1SM. Belakangan saya ketahui, kisah kaisar Nero ada di tahun 37 sampai 68 Masehi. Berarti, masih ada beberapa tahun lagi kelanjutan kisah di buku tersebut yang belum saya baca sebelum bisa sampai ke kisah kaisar Nero. Hmm…

Secara umum, jalan cerita tersebut mudah diikuti. Salah satu hal yang menyulitkan saya adalah kebiasaan masyarakat Roma untuk menamai anaknya sama persis dengan namanya sendiri. Jadi kadang2 saya bingung, si X yang dibicarakan saat ini, si X yang diceritakan pada bab sebelumnya, anaknya, atau cucunya? Hehe.. :P Buku ini lebih menekankan pada intrik2 politik, berbeda dengan buku yang saya baca sebelumnya tentang sejarah tiga kerajaan Cina yang lebih menekankan pada lika liku strategi perang. Ternyata, politik sudah dari dulu merupakan sebuah pergulatan yang kompleks. Seseorang yang baik, tegas, berwibawa dan disenangi masyarakat bukan jaminan akan kesejahteraan hidupnya kelak. Kolega2 politik yang tadinya kawan bisa jadi lawan dengan cara yang paling tidak masuk akal.

nsnSelesai membaca buku tersebut, saya beralih ke buku selanjutnya. Setelah pilih2 buku yang belum dibaca, saya ambil buku Nusantara karangan Bernard H. M. Vlekke. “Biar adil..” saya pikir. Saya sudah baca sejarah2 ‘impor’, kalau tidak tahu sejarah negeri sendiri, kurang pas juga rasanya. Hehe..

Memang, ada komentar yang menyatakan bahwa masa lalu diciptakan oleh para sejarawan. Artinya, para sejarawan boleh ‘membumbui’ cerita sejarah dengan versinya sendiri selama ‘bumbu’ tersebut disertai bukti yang logis. Tetapi, hal tersebut tidak mengurangi ketertarikan saya terhadap sejarah. Membaca cerita yang sedikit dibumbui sepertinya lebih menarik daripada membaca cerita yang sepenuhnya merupakan fiksi (ini menurut saya lho…). ;)

Written by medisonsimbolon

October 19, 2009 at 11:05 pm

Posted in Baca, Hobi

Sabuga Sudah Ramai Lagi

leave a comment »

sbg

Sudah lama saya tidak ke Sabuga. Kurang lebih, artinya itu.. sudah lama saya tidak berolahraga pagi. Hehe.. :P Sabtu kemarin saya kesana, ternyata sudah seperti biasa. Ramai.. Padat merayap. Padahal foto tersebut diambil jam 6.30. Warung2 yang jualan di bagian depan Sabuga juga sudah buka. Malah, beberapa warung yang baru mulai terlihat. Mungkin pasca mudik, terjadi banyak perubahan di “formasi” warung2 di sini juga ya? Hehe.. Oke lah, doakan saya lebih rajin lagi lari pagi.. ;)

Written by medisonsimbolon

October 19, 2009 at 10:14 pm

Posted in Lain2

Status, Status, Status…

leave a comment »

Kalau melihat orang2 yang rajin memperbaharui ’status’-nya di Facebook, saya agak bingung juga. Bukan apa2, saya tidak begitu tertarik. Hehe.. Semuanya itu tergantung selera masing2 sih.. Buat saya, perbaharui ’status’ tersebut masih kurang greget.. Hehe..

sts

Kalau di Facebook saja saya sudah tidak tertarik memperbaharui ’status’, kapan saya mau pakai Twitter ya? Kalau katanya sih, itu merupakan situs komunitas microblogging. Tapi kan, intinya memperbaharui status saja. Malah harus lebih sering.. :P Jadi.. Twitter, sepertinya kita belum berjodoh. Hehe..

Written by medisonsimbolon

October 11, 2009 at 10:18 am

Posted in Pikir2

Tagged with , ,

Kalimat2 yang ‘Relatif Bijak’

leave a comment »

Kali ini saya agak iseng mengomentari kalimat2 yang (kata orang) adalah merupakan kalimat bijak. Menurut saya sih, beberapa kalimat tersebut tidak dapat dikatakan sepenuhnya ‘bijak’, tetapi ‘relatif bijak’. Hal tersebut saya kemukakan karena kalimat tersebut akan terasa tepat jika diucapkan oleh orang yang tepat. Berikut beberapa contohnya:

And so my fellow Americans, ask not what your country can do for you – ask what you can do for your country!

Merasa kenal dengan kalimat di atas? Kalimat tersebut adalah kutipan dari pidato inagurasi mantan presiden Amerika John F. Kennedy pada 20 Januari 1961. Pidato tersebut merupakan salah satu pidato inagurasi terbaik dalam sejarah Amerika. Nah, kalau pidato tersebut diucapkan oleh beliau, tentu akan banyak orang yang mengatakan bahwa beliau pantas berkata demikian terkait dengan pengorbanan dan prestasi yang dicapainya. Bagi saya pribadi, di masa sekarang ini, kutipan tersebut akan sangat heroik jika keluar dari mulut seorang rakyat biasa. Saya pernah mendengar seorang pejabat pemerintahan di bumi pertiwi ini mencoba mengutip pidato tersebut. Hmm.. Kalau seorang pejabat pemerintahan minim prestasi mengucapkan hal tersebut, seperti terkesan mau melepas tanggungjawab. Kalau diterjemahkan, mungkin menjadi:

Kalian tidak usah protes kalau saya tidak bisa buat apa2..

Hehe.. :P

Kalimat berikutnya adalah:

Dosen itu hanya cukup menerangkan sedikit2. Tugas mahasiswalah untuk memperdalamnya..

Kalau ini, tentunya akrab di telinga mahasiswa. Sama seperti kutipan sebelumnya, kalimat tersebut akan sangat muantap kalau diucapkan oleh seorang mahasiswa. Tetapi, bagaimana kalau yang mengucapkan adalah seorang dosen? Bagi saya, kalimat tersebut diterjemahkan menjadi:

Saya malas menerangkan. Kalian saja sana belajar sendiri.

Hihi… :P

Jadi begitulah, semakin lama saya lihat, orang cuma bisa mengutip2 kalimat orang lain. Masih banyak lagi kalimat2 seperti di atas. Dalam kesempatan kali ini, saya cukup kasih dua contoh saja ya. Hehe..

Sebuah kalimat akan terasa bijak jika diucapkan oleh orang yang tepat di saat yang tepat. Jadi, bukan cuma kalimatnya yang penting. Orang yang ngomong juga menurut saya harus merupakan orang yang pantas. Kalau kita hanya bisa saling menasehati, tetapi semuanya tidak bisa menjalani nasehatnya sendiri, apa hebatnya kita? Yakinlah, kutipan pertama di atas tidak akan jadi terkenal kalau yang mengucapkan itu adalah (misalnya) seorang kriminal. Kalimat tersebut akan dinilai hipokrit dan jauh dari kesan bijak (padahal kalimatnya yang itu2 juga).

Jujur, saya sangat risih melihat orang yang bisanya cuma menasehati. Yang jadi masalah, semakin lama semakin banyak yang ‘tertular’ penyakit tersebut. Semoga kita bisa lebih banyak bertindak daripada berbicara. Itu pasti lebih baik. :)

Written by medisonsimbolon

October 6, 2009 at 11:45 pm

Posted in Pikir2

Selamat Hari Gandhi-Jayanti

leave a comment »

gj

Sumber: Wikipedia

Hari Gandhi-Jayanti adalah hari libur nasional yang diperingati warga India dalam memperingati hari lahirnya Mahatma Gandhi (2 Oktober 1869). Hari ini juga diperingati sebagai International day of non-violence, atau hari tanpa kekerasan sedunia. Hmmm.. Seandainya setiap manusia di dunia punya jiwa damai seperti Mahatma Gandhi, pasti segalanya akan lebih indah.. :)

Written by medisonsimbolon

October 3, 2009 at 1:30 pm

Posted in Lain2

Tagged with